Beritatrend.com. -Jakarta Rabu, 24 Juli 2024. Direktorat Kemitraan Lingkungan dan Kemintraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menerima kunjungan Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (DPN LKLH) dalam sebuah audensi yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam mendampingi kelompok-kelompok perhutanan sosial di seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Dra. Jo Kumala Dewi M.Sc., Direktur Kemitraan Lingkungan, menyampaikan komitmen untuk mencapai target pemerintah dalam pendampingan perhutanan sosial, yang ditetapkan sebanyak 25.000 pendamping hingga tahun 2030. “Kami sangat menyambut baik kehadiran DPN LKLH dan mengharapkan kontribusi mereka dalam pengembangan teknis, managerial, dan kompetensi umum bagi pendamping-pendamping yang diperlukan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif DPN LKLH, Irmansyah, SE, mengungkapkan kesediaannya untuk menyediakan ratusan calon pendamping yang akan didaftarkan ke Direktorat Kemitraan Lingkungan untuk mendapatkan fasilitasi lebih lanjut. Ia juga menekankan pentingnya pedoman yang telah diserahkan oleh Direktorat Kemitraan Lingkungan sebagai landasan bagi implementasi pendampingan perhutanan sosial di lapangan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup, Sofyan Manik, mengapresiasi penerimaan hangat yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. “Kerjasama ini merupakan amanah bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan,” katanya kepada wartawan.
Dengan semangat yang sama, koordinator dan anggota DPN LKLH dari berbagai daerah Indonesia juga hadir untuk turut serta dalam upaya ini. Mereka berkomitmen untuk mendukung setiap langkah dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Aksi nyata dalam mendampingi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan lingkungan menjadi bukti komitmen bersama untuk kebaikan bangsa dan lingkungan hidup.
Kerjasama ini tidak hanya berarti untuk memenuhi target angka, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya bersama dalam melestarikan kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang. (Anwar Tanjung). *