Italia Tersingkir dari Euro 2024: Taktik dan Mentalitas Jadi Penentu Kegagalan

Euro 2024 berakhir dengan kekecewaan bagi Italia setelah mereka tersingkir lebih awal dari yang diharapkan, gagal mempertahankan gelar juara mereka.

Beritatren.com. -Jakrta senen,08/07/24. Euro 2024 berakhir dengan kekecewaan bagi Italia setelah mereka tersingkir lebih awal dari yang diharapkan, gagal mempertahankan gelar juara mereka. Fabrizio Ravanelli, mantan bintang Juventus yang kini menjadi analis, mengidentifikasi dua faktor utama di balik kegagalan Gli Azzurri.

Pertama-tama, taktik yang diterapkan oleh pelatih Luciano Spalletti menjadi sorotan kritis. Ravanelli menyoroti bahwa keputusan untuk tidak bermain dengan empat bek telah menjadi bumerang bagi Italia. “Salah satu kesalahan terbesarnya adalah tim Italia ini tidak bisa bermain dengan empat bek,” ujarnya kepada Radio Deejay. Kritik terhadap penyeleksian pemain juga mencuat, dengan Ravanelli mengungkapkan bahwa ada pemain-pemain yang tidak sesuai untuk level kompetisi tinggi seperti Euro.

Namun, yang lebih mencolok adalah masalah mentalitas dalam tim. Ravanelli menegaskan bahwa para pemain terlihat kehilangan keberanian di lapangan. “Saya justru melihat ketakutan di mata mereka,” tambahnya. Kekuatan mental dan semangat bermain yang seharusnya menjadi kunci sukses tim nasional tampaknya tidak terpancar dengan baik dalam Euro kali ini.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah memberikan dukungan penuh untuk Spalletti, dengan menegaskan bahwa posisinya sebagai pelatih timnas akan tetap aman menuju Piala Dunia 2026. Meskipun demikian, pertanyaan besar tetap menggantung tentang kemampuan Italia untuk bangkit kembali dan menghadapi tantangan di masa depan.

Kegagalan ini tidak hanya menyisakan tanda tanya bagi fans Italia, tetapi juga menjadi sorotan internasional tentang peran taktik dan mentalitas dalam kompetisi sepak bola modern. Dengan harapan untuk perbaikan di masa depan, Italia harus segera menemukan solusi untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi dalam turnamen besar seperti Euro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *