Layanan Internet Satelit Milik Elon Musk Resmi Tersedia di Indonesia, Namun Pertimbangkan Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Berlangganan

Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, resmi memasuki pasar Indonesia pada bulan Mei lalu. Dengan begitu, pengguna rumahan dan bisnis kini memiliki opsi untuk berlangganan Starlink

Beritatrend.com. -Jakarta selasa,04/06/24. Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, resmi memasuki pasar Indonesia pada bulan Mei lalu. Dengan begitu, pengguna rumahan dan bisnis kini memiliki opsi untuk berlangganan Starlink sebagai alternatif layanan internet. Namun, sebelum bergegas mendaftar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait kelebihan dan kekurangan layanan ini.

Sebagai salah satu proyek ambisius dari SpaceX, Starlink telah mengorbitkan sekitar 5.000 satelit untuk menyediakan akses internet global dengan jangkauan luas, bahkan di daerah terpencil. Salah satu keunggulan utama Starlink adalah kecepatan internet yang tinggi, dengan kecepatan unduh mencapai 300 Mbps dan latensi yang rendah sekitar 25 ms, mengalahkan layanan internet satelit lainnya.

Namun, kelebihan tersebut juga disertai dengan beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, harga langganan Starlink tergolong mahal jika dibandingkan dengan layanan internet lokal. Paket termurah Starlink dihargai sekitar Rp 750.000 per bulan, belum termasuk biaya perangkat awal yang juga cukup mahal.

Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan kecocokan teknis, seperti kebutuhan akan area terbuka yang lapang untuk pemasangan antena Starlink. Di perkotaan atau daerah padat penduduk, performa Starlink juga bisa terpengaruh oleh banyaknya layanan lain yang menggunakan frekuensi yang sama.

Namun, satu aspek yang tak boleh diabaikan adalah potensi ancaman terhadap keamanan dan pertahanan nasional. Dengan kontrol yang kurang, terdapat kekhawatiran bahwa layanan Starlink bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal atau bahkan kegiatan yang mengancam keamanan negara.

Dalam konteks ini, Pratama Persadha, pakar keamanan siber dan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber (CISSReC), menyoroti bahwa Starlink, sebagai ISP asing, bisa menjadi sumber masalah dalam mengawasi pertukaran data di Indonesia. Hal ini membawa implikasi serius terhadap keamanan dan pertahanan negara.

Dengan demikian, sebelum memutuskan untuk berlangganan Starlink, penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan secara matang kelebihan dan kekurangannya. Meskipun menawarkan kecepatan dan jangkauan yang luas, potensi risiko dan biaya yang tinggi juga perlu diperhitungkan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *