Sekjen PDIP ‘Ditinggal Kedinginan’ Setelah Diperiksa KPK: Apa yang Terjadi di Balik Ruangan Dingin?

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyita perhatian media setelah keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan cerita yang tak biasa.

Beritatrend.com. -Jakarta senen, 10/06/24. Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyita perhatian media setelah keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan cerita yang tak biasa. Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) yang melibatkan tersangka Harun Masiku, Hasto mengungkapkan pengalamannya yang menyentuh.

Dalam pernyataannya di depan wartawan, Hasto menggambarkan bahwa pemeriksaannya berlangsung di ruangan yang sangat dingin. Meskipun bertatapan langsung dengan penyidik KPK selama 1,5 jam, Hasto merasa ditinggalkan kedinginan dalam ruangan tersebut selama hampir 4 jam. “Saya di dalam ruangan yang sangat dingin hampir sekitar 4 jam dan bersama penyidik face to face paling lama 1,5 jam sisanya ditinggal kedinginan,” ungkap Hasto dengan nada humor.

Kisah ini menjadi sorotan karena mencerminkan sisi manusiawi dari proses hukum yang seringkali dilupakan. Meskipun sedang dalam situasi pemeriksaan serius, Hasto mampu menyelipkan sentuhan kehumoran dalam pengakuannya. “Saya datang ke KPK dengan niat baik sebagai seorang warga negara yang taat hukum,” katanya dengan ringan.

Tak hanya itu, Hasto juga menegaskan bahwa pemeriksaan hari ini belum memasuki tahap pokok perkara. Ini bukan pertama kalinya dia dipanggil oleh KPK terkait kasus yang melibatkan Harun Masiku. Sebelumnya, pada Januari dan Februari 2020, Hasto juga telah menjalani pemeriksaan serupa.

Kisah ini memberikan gambaran bahwa di balik suasana serius dan tegang dalam proses hukum, ada sisi kemanusiaan yang tak terelakkan. Komentar-komentar Hasto yang ceria di tengah-tengah pemeriksaan KPK menambahkan dimensi baru pada narasi kasus korupsi yang seringkali membosankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *