Serangan Brutal di Gaza, Muhammadiyah Sebut Israel Biadab!

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, dengan keras mengecam serangan Israel yang mengakibatkan tewasnya 274 orang di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza.

Beritatrend.com. -Jakarta selasa ,11/06/24. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, dengan keras mengecam serangan Israel yang mengakibatkan tewasnya 274 orang di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza. Serangan yang terjadi pada Sabtu (8/6/2024) itu menimbulkan duka mendalam dan memicu kemarahan global.

“Ini sungguh biadab! Pimpinan Israel harus ditangkap sebagai penjahat genosida sesuai dengan keputusan Mahkamah Internasional,” tegas Dadang kepada wartawan, Senin (10/6/2024).

Dadang mengutuk keras aksi ‘pembantaian’ terhadap warga Palestina yang terus berlangsung dan mendesak pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam upaya menangkap para pemimpin Israel.

“Pemerintah Indonesia yang berdasarkan Pancasila harus mendukung penangkapan pemimpin Israel ini. Tidak bisa dibiarkan bangsa yang sudah hilang perikemanusiaannya terus melakukan tindakan semacam ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Serangan Terburuk dalam 24 Jam

Mengutip laporan dari Reuters dan Al Arabiya, serangan ini tercatat sebagai yang terburuk dalam periode 24 jam selama konflik yang bergejolak di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan pada Minggu (9/6) bahwa korban tewas mencapai 274 orang, meningkat dari 210 yang dilaporkan sebelumnya.

Di antara korban tewas, 64 di antaranya adalah anak-anak dan 57 adalah perempuan, dengan sekitar 698 orang lainnya terluka dalam serangan brutal tersebut.

Militer Israel mengakui bahwa seorang perwira pasukan khusus mereka tewas dalam baku tembak dengan militan yang muncul dari persembunyiannya di area blok permukiman sipil. Namun, Tel Aviv menyatakan bahwa jumlah korban tewas warga Palestina berada “di bawah 100 orang” dan mengklaim tidak mengetahui pasti berapa banyak dari korban tersebut yang merupakan militan atau warga sipil.

Serangan ini semakin memperburuk kondisi di Gaza dan memperpanjang daftar panjang penderitaan warga Palestina yang terjebak dalam konflik berkepanjangan.

Sumber:
– Reuters
– Al Arabiya
– Kementerian Kesehatan Gaza
– Militer Israel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *